eCase dan eHospital Untuk Pendidikan Profesi Kesehatan

17 05 2008

Syaiful Fatah, MD. Health Informatics Department Faculty of Medicine UMY

Beragamnya kasus-kasus klinis yang ada diantara rumah sakit pendidikan belum secara optimal dikelola dengan baik sebagai bahan rujukan pembelajaran oleh mahasiswa di tingkat profesi oleh karena tidak adanya basis data. Pencatatan kasus-kasus klinis itu saat ini belum sama sekali tersentuh oleh teknologi informasi sehingga memerlukan sistem pencatatan kasus yang layak seperti halnya electronic medical record. eHospital adalah salah satu sistem yang dirancang untuk meminimalkan keterbatasan itu dan dikembangkan khusus untuk pendidikan profesi yang menduplikasi aplikasi rekam medik elektronik sesungguhnya dalam kerangka Health Information System. Sedangkan eCase adalah aplikasi terapan berbasis web yang memiliki 3 program yaitu eCase Presentation, eCase Consultation, dan eCase TeleCommunication. Kedua sistem ini akan saling menunjang dalam membantu mahasiswa mendapatkan variabilitas kasus klinis yang menarik untuk pembelajaran ditingkat profesi. Tujuan dibangunnya sistem ini antara lain untuk memudahkan mahasiswa dalam melakukan bimbingan kasus dan memberikan pengetahuan pengelolaan penyakit sesuai dengan standar pelayanan medis melalui rekam medik yang ada di eHospital.

Pendahuluan

Rumah sakit pendidikan sebagai tempat pelayanan sekaligus lahan pendidikan oleh fakultas kedokteran belum secara real menjadi satu kesatuan sistem pendidikan profesi yang profesional. Kesan bahwa rumah sakit pendidikan memiliki kurikulum dan kebijakan sendiri dalam mengelola pendidikan profesi terlihat dari beragamnya model bimbingan oleh dosen pembimbing klinik baik antar bagian dalam rumah sakit itu sendiri maupun antar rumah sakit.

Selain itu beragamnya kasus-kasus klinis yang ada diantara rumah sakit pendidikan belum secara optimal dikelola dengan baik sebagai bahan rujukan pembelajaran oleh mahasiswa di tingkat profesi oleh karena tidak adanya basis data yang memadai. Pencatatan kasus-kasus klinis itu saat ini belum sama sekali tersentuh oleh teknologi informasi sehingga memerlukan sistem pencatatan kasus yang layak seperti halnya electronic medical record. Diharapkan sistem ini akan mampu menyimpan database rekam medis pasien sesungguhnya dirumah sakit untuk bisa digunakan dalam proses pembelajaran baik di fakultas maupun oleh mahasiswa profesi di rumah sakit pendidikan lainnya.

Keterbatasan dosen pembimbing klinik dirumah sakit baik dari segi waktu maupun jumlah memerlukan peran dosen pembimbing fakultas (supervisor) untuk memberikan berbagai masukan atas kasus klinis yang dihadapi oleh mahasiswa. Namun letak geografis rumah sakit pendidikan yang berjauhan satu sama lain termasuk dengan fakultas merupakan faktor penghambat klasik sehingga memerlukan perangkat teknologi informasi yang memadai untuk memudahkan proses itu.

eCase

eCase (baca: i keis) adalah sebuah rancangan sistem informasi untuk memudahkan mahasiswa mendapatkan variasi kasus klinis melalui media website yang dihubungkan dengan basis data (database) rekam medik elektronik (Electronic Medical Record / EMR). eCase dirancang dengan berbagai fitur yang mudah dipelajari dan di implementasikan terdiri atas presentasi, konsultasi, dan telekomunikasi. Pada prinsipnya

eCase Presentation

eCase presentation dikembangkan seperti halnya distance learning yang menyediakan materi pembelajaran berbentuk powerpoint, html (hypertext markup language) bahkan file suara (.3gp, .avi). Mahasiswa antar rumah sakit dapat bertukar materi satu sama lain melalui fasilitas ini dan tidak menutup kemungkinan presentasi online antar mahasiswa profesi.

eCase Consultation

eCase consultation terdiri dari tools chatting, email dan internet message. Ketiga tools ini mungkin sudah populer dikalangan kita namun pemanfaatannya belum maksimal. Di FKUMY sendiri telah ada eLearning system (eLS) yang juga memiliki fasilitas tersebut namun belum terintegrasi dengan kurikulum pendidikan profesi.

eCase TeleCommunication

eCase TeleCommunication dikembangkan dengan mengkombinasikan TrixBox sebagai server VOIP dengan fasilitas call protocol dan videoconference. Dengan tool call preference dalam eCase TeleCommunication diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan mahasiswa terhadap pembahasan suatu kasus melalui konsultasi suara dengan dosen pembimbing fakultas sesuai jadwal yang disepakati. Konsultasi kasus melalui suara maupun video ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap manajemen kasus secara komprehensif.

eHospital

eHospital (baca: i hospitel) adalah aplikasi pencatatan rekam medik elektronik berbasis web yang bisa diakses dari berbagai rumah sakit melalui sambungan internet maupun intranet. Di dalam eHospital disediakan fitur-fitur canggih berkaitan dengan manajemen pasien secara komprehensif, efektif dan efisien disesuaikan dengan standar rekam medis nasional. Sistem ini dikembangkan dari Care2X yang merupakan opensource generasi ketiga dan telah dipakai diberbagai negara didunia termasuk 10 rumah sakit di Malaysia. Di Indonesia sistem ini belum dipakai secara luas oleh rumah sakit-rumah sakit pemerintah maupun swasta. eHospital juga dikonsep sebgai Health Information System

Care2X akan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat memfasilitasi mahasiswa dalam mencari variasi kasus dari berbagai bidang medis seperti surgery, pediatric, geriatri, obstetry, neurology, dll. Variasi kasus didapatkan dari database yang diinputkan oleh mahasiswa sendiri melalui fasilitas internet dari masing-masing RS homebase yang tergabung dalam internet network FKUMY. Setiap kasus yang diinputkan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dosen pembimbing klinik dan dilaporkan kepada supervisor klinik fakultas. Dengan demikian FKUMY akan memiliki database rekam medik elektronik yang memiliki validitas dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk kemudian dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar di Minihospital FKUMY.

Dalam pengembangan eHospital akan digunakan standard HL7 (Health Level 7) yaitu konsep standarisasi yang menunjang integrasi sistem di dalam institusi medis. Standar ini salah satu dari beberapa standar ANSI (American National Standards Institute), yang telah terakreditasi oleh SDO (Standards Developing Organizations); standarisasi ini dipakai khususnya untuk bidang atau area healthcare system. Memang organisasi SDO lebih banyak mengeluarkan standar (atau yang juga dikenal dengan istilah protocols atau specifications) khusus untuk bidang kesehatan seperti farmasi, alat-alat medis, transaksi asuransi (claim processing) dll. Khusus untuk HL7 bidang yang dikaji adalah administrasi data klinik atau rumah sakit. Berkantor pusat di Ann Arbor, Michigan USA, HL7 sama seperti kebanyakan organisasi lainnya yang mengeluarkan kebijakan atau framework adalah organisasi non-profit atau nir-laba. Angota-anggotanya terdiri dari para providers, vendors, payers, consultants, government groups dan lainnya yang memiliki minat dalam mengembangkan dan meningkatkan standar administrasi untuk healthcare system. HL7 tidak mengembangkan aplikasi software healthcare atau hospital information system melainkan hanya mengembangkan konsep, metodologi, spesifikasi dan standar yang akan memungkinkan beberapa aplikasi software kesehatan yang berbeda dapat bertukar data satu dengan yang lainnya. Secara konseptual hal seperti ini sejak dulu sudah dikenal dengan istilah Electronics Data Interchange (EDI).

Konsep teknis penerapan HL7

HL7 menerbitkan suatu framework berupa template struktur data berdasarkan Reference Information Model (RIM) yang berisi spesifikasi tabel dan field sesuai kebutuhan sistem administrasi di klinik maupun rumah sakit secara spesifik. Template tersebut akan dijadikan sumber acuan standar bagi para pengembang aplikasi software.

  1. Human-to-Human Communicationtemplates ini menyediakan konsep atau struktur bagi suksesnya komunikasi antar orang dalam suatu institusi ataupun antar kelompok organisasi yang membutuhkan pertukaran informasi khususnya informasi dalam bidang medis.
  2. Constraint and validation of computer-to-computer messagestemplates ini digunakan untuk merancang validasi atau verifikasi input data dalam suatu medical system.
  3. Construction templates untuk mengarahkan dan mengatur informasi pada media input data. Selain itu mendefinisikan field-field apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah informasi data, apa saja tipe datanya, nilai field-field tertentu dalam sebuah medical system dll.
  4. Predicationtemplates untuk memastikan output apa saja yang dibutuhkan pada suatu sistem atau sub-system determine, contohnya apa saja yang perlu diinformasikan berkenaan dengan deskripsi hasil test laboratorium, dan informasi apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk para pengambil keputusan seperti dokter dll untuk membantu klien.
  5. Description – templates ini menjelaskan hubungan antara elemen yang dapat dilihat dari sebuah sistem.

Kendala

Kendala pada setiap proses pengembangan teknologi informasi pada dasarnya sama yaitu sulitnya merubah kebiasaan dari konvensional ke elektronik. Tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Diperlukan aturan main yang lebih mengedepankan humanity dan interpersonal relationship. Di Indonesia saat ini penerapan standar pengembangan aplikasi informasi medis agak sulit dilaksanakan, karena sangat beragamnya pola dan kebijakan tiap-tiap institusi dan beragam aplikasi software juga telah terlanjur dikembangkan dan dipakai. Namun bagaimanapun juga dalam era globalisasi ini dan era perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, kita tidak dapat menghindari adanya kebutuhan akan standarisasi di segala bidang kerja khususnya di bidang informatika medis. Apabila hal ini dapat tercapai maka di masa depan semua praktisi medis dan juga masyarakat pengguna jasa medis akan mendapat manfaat yang besar baik dari segi efisiensi maupun efektifitas.

Hal tersebut yang mendorong FKUMY untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa profesi melalui eHospital untuk menerapkan standar aplikasi informasi medik melalui praktikum di minihospital.

Pustaka:

Ronald T. Gultom, Konsep Standarisasi Protocol Bidang Health Care Information System, Cermin Dunia Kedokteran No. 152, Tahun 2006

www.hl7.org

www.care2x.org

www.medlineplus.gov


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: