Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Strategi Adopsi Teknologi dan Permasalahannya

7 02 2009

Baru-baru ini sebuah perusahaan asal Singapura meluncurkan produk andalan yang mereka akui sebagai paling canggih di Asia, menurut Lai Teik Kin, CEO NovaHealth Pte, Ltd-Singapore yaitu Vesalius THIS (Totally Hospital Information System). Vesalius ini memiliki 2 modul utama yaitu HIS (Hospital Information System) dan CIS (Clinical Information System) yang saling bersinergi dan saling melengkapi.

 Modul HIS mengotomasi seluruh proses administrasi (back office), mencakup administrasi pasien, jadwal perawat dan dokter, farmasi, instalasi penunjang medik (lab dan radiologi), purchasing, inventory, medical record tracking, dan bahkan pemesanan makanan kepada instalasi gizi dari bagian rawat inap secara elektronik.

 Sedangkan modul CIS sendiri menyajikan seluruh proses klinis atau layanan medis baik inpatient maupun outpatient yang mencakup Outpatient Clinical Management yang terdiri dari order management, electronic medical record (EMR), medical alerts, e-prescription atau resep elektronik, serta Inpatient Clinical Management. Dengan resep elektronik tersebut, dokter cukup hanya mengetikkan resep obat yang akan diberikan ke pasiennya lewat komputer.

 Dari segi teknologi mungkin Vesalius HIS ini bisa dibilang Hi-end, pertanyaannya : Apakah software ini mampu diimplementasikan dengan baik di semua rumah sakit ? Jawabannya tentu tidak.

 Saat ini banyak bermunculan vendor-vendor IT yang menawarkan software SIM RS dengan berbagai keunggulannya (menurut mereka.red). Dari sisi pengembang semakin banyak inovasi dan requirement SIM RS dari user maka semakin senang pula mereka karena tentu akan meingkatkan pendapatan mereka dari ”jualan” program. Tidak semua vendor menawarkan independensi pengelolaan software kepada pihak RS baik melalui sistem pelatihan maupun pendampingan. Justru yang banyak terjadi adalah addiction RS kepada vendor tertentu karena sourcecode tidak diberikan kepada pihak RS. Sebenarnya bisa saja RS dalam kontrak kerjanya memasukkan klausul bahwa sourcecode adalah hak milik RS sehingga sewaktu-waktu ada perubahan tidak lagi tergantung pada salah satu vendor tersebut. Tetapi tidak banyak RS yang tahu (staff IT RS) apakah sourcecode tersebut adalah yang paling update, dalam kondisi baik dan tidak rusak.

Kalaupun diberikan tidak disertai user manual maupun dokumentasi sistem yang lengkap dan transparan sehingga sulit untuk dibongkar dan dikembangkan karena programmer RS tidak dilibatkan secara utuh pada masing-masing tahap penmbangunan. Celakanya lagi tidak semua RS mampu menggaji beberapa orang staff IT (programmer) untuk pengembangan swadaya dari sebuah SIM RS sehingga resiko kegagalan akan tinggi.

Lalu bagaimana strateginya agar kita sukses mengadopsi teknologi informasi di RS

  1. Policy Assessment

Kebijakan adopsi teknologi informasi perlu memperhatikan SDM yang ada, assessment dan pemetaan budaya kerja dan tingkat kebutuhan prioritas. Adopsi tidak melulu sistem yang canggih akan tetapi output yang memuaskan semua pihak adalah hal yang paling penting. Sedangkan dalam menentukan teknologi yang digunakan, sebaiknya difikirkan untuk 15 – 20 tahun yang akan datang tidak usang. Biasanya teknologi mobile (Java) relatif lebih tahan zaman 20 tahun kedepan. Selain itu multi platform memudahkan kita dalam tahap implementasi sekaligus irit investasi. Aplikasi Opensource berbasis web saat ini sudah mulai banyak dikembangkan di Indonesia.

  1. Persiapan teknis

      Jika kebijakan teknologi sudah dimatangkan dengan berbagai visi dan misi yang saling mendukung dan terkait, persiapan teknis dilevel pengembang mulai difikirkan. Pendayagunaan staff  IT melalui pelatihan-pelatihan akan sangat mendukung upaya adopsi IT di RS.

  1. Tahap Implementasi

      Kesungguhan dan kerjasama antar unit di rumah sakit sangat menentukan keberhasilan implementasi teknologi. Dokumentasi yang baik dapat mengurangi kebosanan dan penolakan karyawan terhadap teknologi baru. Oleh karena itu keberadaan user champion akan memegang kendali penting yang secara langsung mengawal teknologi sesuai dengan rencana dan konsep pengembangan.

  1. Tahap pemeliharaan

            Jika RS tidak ingin ketergantungan dengan vendor maka sejak awal staff IT RS perlu dilibatkan dalam desain system maupun penyusunan proses binis sebuah sistem informasi / teknologi dan pada setiap tahap implementasi. Karena hampir tidak ada sistem informasi yang sempurna, sehingga ’kadang’ diperlukan cost tersendiri untuk pemeliharaan, sehingga dengan keterlibatan staff RS dalam pengembangan bisa memangkas biaya pemeliharaan.


Actions

Information

7 responses

2 03 2009
yaya

Thanks ya infonya….memberi inspirasi buat saya yang awam yang tertarik ma SIM-RS

30 03 2009
atriya

terus bagaimana roses kerja dari alat tersebut

30 03 2009
atriya

KURAG ADANYA KONFIRMASI

31 03 2009
Syaiful Fatah

@atriya
Kalau proses kerja Vesalius saya belum pernah menjalankannya.
Kalau secara umum proses kerja software SIM disini sebenarnya lebih pada sisi administrasi dan pencatatan pasien dan transaksi baik medis maupun non medis di rumahsakit. Setelah terinstall dalam sebuah server, tentu kita tinggal mengaksesnya melalui PC klien yang terkoneksi jaringan intranet, lalu dengan username dan password yg sudah diberikan, kita lakukan berbagai input data.

Input2 tersebut akan diproses sesuai dengan formula dan perintah2 yang sudah ditanam didalam kode program untuk bisa dilakukan reporting sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya data kunjungan pasien harian, bulanan, dan tahunan.

4 06 2009
richard roesnadi

Coba bandingkan dengan contoh real Software Rumah Sakit (SIMRS) yang telah berjalan baik dan memiliki modul lengkap.

Download

Salam

7 06 2009
sari

tulisannya bermanfaat sekali, trimakasi

kebetulan saya tertarik dng simrs..

2 01 2011
2010 in review « Blog Syaiful Fatah

[…] The busiest day of the year was January 20th with 41 views. The most popular post that day was Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Strategi Adopsi Teknologi dan Permasalahannya. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: